Puisi Jatuh Cinta


Tepi malam yang kau torehkan
di antara gerai rambut waktumu
berbaris di renyah senyum
meresap di lorong keangkuhanku

kini tinggal aku terhempas di pekat gelisah
di dalam orkestra cereceh belalang malam

demikian lekat puisi yang tercipta
di sepanjang gemerincing melodi darah ini
memeluk hangat perjalanan waktuku
menembus batas malam
sejauh bias rembulan
dalam tawa berlarian di lidah ombak
dalam wangi kuntum kemuning
dalam nada bernyanyian
dalam rona jingga senja

kini tinggal aku terhempas di di subuh gelisah
menunggu detik panjang lewati sisa pagi
: menemukan bayanganmu!

Posted on November 2, 2008, in Iseng and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: