Bicara Masalah Masalah Kewanitaan

Masalah Kewanitaan : Gatal gatal di Lubang Kemaluan

Posted by: fathur2010 on: April 20, 2008

Daerah di sekeliling lubang kemaluan biasanya peka terhadap rangsangan, sehingga keluhan gatal di sekitar bagian kewanitaan ini merupakan masalah kewanitaan yang sering ditemui. Jika masalah kewanitaan yang satu ini sangat mengganggu, sehingga pergi ke dokter, maka perlu diperiksa lebih teliti. Karena ada beberapa hal yang dapat menyebabkannya.
Penyebab masalah kewanitaan ini yang tersering  adalah akibat adanya keputihan karena ada infeksi di dalam saluran ke-maluan. Tetapi bisa juga karena adanya riwayat diabetes atau penyakit lainnya. Tidak jarang pula masalah kewanitaan ini terjadi karena tekanan emosi. Yang satu ini biasanya karena dorongan seksual yang meningkat. He he, makanya ada istilah “wanita gatel” [hush].
Maslah kewanitaan ini biasanya membawa wanita untuk menggaruk, utamanya pada malam han, yang semakin membuatnya gatal dan semakin membuatnya ingin menggaruk, dan seterusnya.

Dalam hal ini perlu dijelaskan bahwa:

  1. Pengobatan-nya bukanlah berupa tindakan operasi
  2. Semakin lambat Ia datang ke dokter, semakin lama pula pengobatannya
  3. Wanita dengan maslah kewanitaan seperti ini harus sabar menjalani perawatan sampai keluhannya dapat disembuhkan.

Adakah cara menanggulangi masalah ini dengan cara yang alami, mudah, praktis dan efektif? Cobalah gunakan Natural Crystal X .

Masalah Kewanitaan : Bau Tak Sedap Pada Vagina

Posted by: fathur2010 on: April 17, 2008

oriflame23Masalah Kewanitaan Sebenarnya Vagina punya kemampuan “auto cleansing”, namun pada beberapa wanita tetap saja tercium ada bau yang tdak sedap. Normal normal saja pada bagiann kewanitaan ini mengeluarkan sedikit bau. Tak beda pada pria. Toh biasanya hal ini tidak sampai diketahui oleh orang lain – kecuali pasangan intimnya tentu saja.. Anehnya beberapa wanita mengira bahwa orang disekitarnya juga mencium bau tak sedap tersebut. Bagi wanita yang mandi sedikitnya dua kali sehari bau itu tidak akan tercium lagi.

Namanya juga naluri bisnis, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh pabrik kosmetik yang membuat “obat penyegar, pengharum bagian kewanitaan yang pribadi”, Melindungi wanita itu sepanjang hari dan memberikan keyakinan pada dirinya sendiri, kata iklannya.

Tehnik penjualan barang-barang ini dilakukan dengan menanamkan keyakinan bahwa wanita yang tidak mempergunakan obat ini akan merasa kurang PD. Pada kenyataannva. deodoran ini hanya memberikan bau lain – biasanya wangi-wangian – yang akan hilang tidak lama kemudian

Jadi pada umumnva setiap wanita yang setiap hari mandi, obat itu tidaklah perlu. Apalagi bila bahannya terbuat dari aroma pewangi kimia, bisa jadi masalah baru malahan nantinya.

Mencuci Vagina
Menggunakan alat pencuci vagina (vaginal douche) untuk menjaga kesehatan, menghilangkan bau dan yang dilakukan segera sesudah sanggama, boleh jadi merupakan cara merawat bagian kewanitaan meski sebenarnya ada proses autocleansing tadi. Terutama agar tidak timbul masalah pada bagian kewanitaan. Sekali lagi, pertimbangkan bahan dasar yang digunakan. Kalaupun risih dengan bau tak sedap dan memaksa untuk melakukan ritual mencuci vagina, carilah bahan alami yang bisa dipertanggungjawabkan.

Saat ini sedang in merawat bagian kewanitaan dengan menggunakan Natural Crystal X. Terbuat dari bahan alami yang mampu mengatasi dan mencegah masalah masalah kewanitaan yang mungkin timbul.

Natural Crystal X ini dipasarkan oleh PT Natural Nusantara dan diklaim bermanfaat untuk :
1. Mengaktifkan dan melenturkan kembali selaput vagina
2. Menambah kepekaan vagina terhadap daya rangsang
3. Membantu menghilangkan bau tidak sedap divagina
4. Membuat aroma vagina menjadi lebih segar dan menyegarkan
5. Membunuh kuman atau bakteri merugikan
6. Mencegah dan menyembuhkan keputihan
7. Membersihkan kerak atau kotoran di selaput vagina
8. Menyembuhkan iritasi diselaput vagina

sponsored by crystal x

Wanita Tidak Suka “Yang Putih”

Posted by: fathur2010 on: April 7, 2008

Keputihan boleh jadi merupakan indikasi adanya gangguan kesehatan yang serius. 75 % wanita pernah mengalami keputihan. Biasanya keputihan dianggap sebagai hal yang wajar saja. Hal ini tidak seluruhnya tepat, karena ternyata ada banyak hal yang mengakibatkan si putih ini ada. Jangan jangan keputihan ternyata merupakan gejala awal adanya penyakit yang harus diobati.

“Putih” yang boleh ada.

Ada bagian tubuh yang merupakan saluran terbuka yang berhubungan dengan dunia luar. Untuk melindungi dari iritasi saluran tersebut akan mengeluarkan semacam getah atau lendir. Tak beda dengan bagian kewanitaan. Normal saja ada getah atau lendir atau cairan bening tidak berbau, tidak terlalu banyak dan tanpa rasa gatal atau nyeri.

Hal ini biasa terjadi pada saat menjelang, sesudah, atau di tengah-tengah siklus menstruasi. Jumlahnya tidak terlalu banyak, jernih/putih. Ini memang wajar dan terjadi karena aktivitas hormon yang ada di dalam tubuh kita.

“Putih” Yang Tidak Boleh

Beda bila jumlahnya yang amat banyak, berwarna, berbau, dan disertai keluhan-keluhan seperti gatal, nyeri, terjadi pembengkakan, panas dan pedih ketika buang air kecil, serta dan nyeri di perut bagian bawah. Biasanya ini gejala atau tanda adanya serangan penyakit di bagian kewanitaan. Ini yang tidak normal. Disebabkan oleh infeksi atau peradangan yang terjadi karena beberapa sebab. Misalnya, gejala keganasan organ reproduksi atau adanya benda asing dalam rahim atau saluran kemaluan.

Seringkali terkait dengan cara kita merawat organ reproduksi. Misalnya, mencucinya dengan air kotor, memakai pembilas secara berlebihan, menggunakan celana yang tidak menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, tak sering mengganti pembalut. Apalagi ya?

Di Indonesia, kasus keputihan banyak disebabkan oleh jamur dan bakteri yang bersarang di daerah lembap. Iklim kita sangat mendukung.

Si “Putih” yang tidak boleh ada ini apabila tidak segera diobati dapat menjadi lebih parah dan mungkin saja menjadi penyebab kemandulan. Perlu segera pergi periksa ke dokter, agar segera diketahui penyebabnya. Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, perawatan intensif terhadap bagian kewannitaan perlu sekali dilakukan. Namun biasanya kultur kita membuat perempuan malu memeriksakan ke dokter. Tindakan ini akan sangat membantu penyembuhan dan pencegahan kambuhnya penyakit.

Gejala Awal Menopause

Posted by: fathur2010 on: April 5, 2008

Menopause, hmmm.
Menopause “digelarkan” pada wanita yang sudah tidak mengalami menstruasi lagi dalam jarakl waktu 12 bulan. Lho, kan malah nggak repot ngurusin pembalut?. Tidak sesederhana itu, mas. Ada hal hal ditakuti ketika masalah khas kewanitaan itu datang. Terutama menyangkut hubungan suami istri yang kadang tidak dinikmati lagi oleh pihak istri.

Tapi kita tunda dulu itu. Lalu kapan datangnya menopause itu?. Nggak pasti sih!. Bila diambil rata rata biasanya hadir antara usia 45 sampai 55 tahun. Gejalanya pun bersifat individual. Biasanya wanita yang “nduablek” tidak akan terlalu merasakan gejala yang timbul saat akan memasuki masa menopause. Tetapi bagi wanita perasa biasanya muncul keluhan yang hebat baik fisik maupun psikis.

Beberapa gejala yang biasa timbul adalah:

Perdarahan

Perdarahan disini adalah perdarahan yang keluar dari vagina. Tidak seperti menstruasi yang datangnya teratur, perdarahan yang terjadi pada wanita menopause tidak teratur. Gejala ini terutama muncul pada saat permulaan menopause. Perdarahan akan muncul beberapa kali dalam rentang beberapa bulan untuk kemudian berhenti sama sekali. Karena munculnya pada masa awal menopause, gejala ini sering disebut gejala peralihan.

Rasa panas dan keringat malam

Rasa panas sering dialami wanita yang memasuki masa menopause. Perasaan ini sering dirasakan mulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh. Rasa panas ini sering disertai dengan warna kemerahan pada kulit dan berkeringat. Perasaan ini sering terjadi selama 30 detik sampai dengan beberapa menit. Meskipun penjelasan tentang fenomena ini belum diketahui dengan pasti namun diduga terjadi akibat dari fluktuasi hormon estrogen. Seperti diketahui, pada saat menopause, kadar hormon estrogen dalam darah akan anjlok secara tajam sehingga berpengaruh terhadap beberapa fungsi tubuh yang dikendalikan oleh hormon ini.

Sialnya, disamping rasa panas dan kemerahan, penderitaan wanita yang sedang menopause juga ditambah dengan keringatan di malam hari. Gejala ini tentu akan menganggu tidur yang menyebabkan wanita yang mengalaminya akan selalu kurang tidur.

Gejala pada vagina

Gejala pada vagina muncul akibat dari perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina.

Gejala perkemihan

Perubahan yang terjadi pada lapisan vagina juga terjadi pada saluran urethra. Urethra adalah saluran yang menyalurkan air seni dari kandung kemih ke luar tubuh. Saluran urethra juga akan mengering, menipis dan berkurang keelastisannya akibat dari penurunan kadar estrogen. Perubahan ini akan menyebabkan wanita menopause rentan terkena infeksi saluran kencing, selalu ingin kencing dan ngompol.

Gejala emosional dan kognitif

Wanita yang akan memasuki masa menopause sering mengalami gejala emosional dan kognitif yang bervariasi. Gejala ini antara lain, kelelahan mental, masalah daya ingat, lekas marah, dan perubahan mood yang berlangsung cepat. Sangat sulit untuk mengetahui gejala yang manakah yang dipengaruhi oleh perubahan hormon. Perubahan emosional ini terkadang tidak disadari oleh wanita yang sedang menopause sehingga perlu pendekatan khusus untuk masalah ini. Pendekatan ini untuk meyakinkan wanita tersebut atas apa yang sedang diderita. Keringat dingin yang muncul juga memberi kesan kelelahan fisik akibat dari kurang tidur.

Perubahan fisik yang lain

Perubahan fisik lainnya antara lain perubahan distribusi lemak tubuh yang mana pada wanita menopause lemak akan menumpuk pada pinggul dan perut. Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.

Ini yang ditakutkan para calon menopauser: Gejala pada vagina!!

Gejala pada vagina muncul akibat dari perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina.

Persiapan dan pendekatan secara mental agaknya merupakan salah satu cara mengurangi atau menanggulangi masalah yang timbul pada saat mendekati masa menopause. Ada saran?

Diambil dari sini dengan sedikit revisi